Agak asing waktu aku mulai masuk lagi ke dunia kampus. Ya ga juga seperti alien yang pertama kali masuk sekolah sih, tapi rasa aneh karena dah lama ga berkutat dengan segala macam persoalan kampus. Jadi, aku musti harus adaptasi lagi. Salah satunya ya belajar bangun pagi lagi. Apalagi kuliah dengan kondisiku sekarang, jadi anak perantauan, apa-apa sendiri, makan sendiri, nyuci sendiri, cari duit sendiri, nyabut bulu ketek sendiri
dikombinasikan dengan target waktu ( secepat-cepatnya ) dan hasil kuliah ( sebaik-baiknya) yang harus aku capai. jadinya harus belajar bagi waktu juga. Kapan waktu untuk cari ilmu, kapan waktu untuk cari duit dan kapan untuk cari calon suami
Bahasa kerennya, belajar menej waktu.
Kalau ingat jaman muda dulu sih, malu rasanya. Kuliah ga pernah ku anggap serius. Ga penting. Aku merasa ‘bisa hidup’ tanpa kuliah. Buatku kuliah itu membosankan. Berteman dengan orang-orang yang paling apatis yang pernah aku tahu. Bikin dunia hanya ada hitam dan putih. pintar dan bodoh, IP bagus dan IP jelek. Tapi tetap aja jahat, apatis, ga peduli dengan lingkungan, apalagi dengan orang lain, mengejar dosen sana sini hanya untuk minta bimbingan ( dan dosennya pun sok keartisan ) hingga membuat para mahasiswa jadi penjilat. Lagipula, kalau kuliah pun paling-paling kadar cerdas dalam otakku cuma bertambah gak lebih dari lima persen . Dengan alasan-alasan itu yang bersarang dalam pikiranku, maka aku jadi mahasiswa mbeling. Sering telat masuk kelas, sering mbohongi dosen, jarang ngerjain tugas, kalau ujian ya nyontek, dan suka ikut demo ga jelas
Menyesal sih ga, cuma malu aja. ketika melihat teman-temanku yang sudah menuai hasil ( termasuk menghasilkan anak
) dan aku baru saja memulai untuk memulai.
Tapi apa mau dikata. Nasi sudah menjadi bubur. Jelas ga mungkin jadi nasi lagi. TApi yang terpenting gimana caranya menjadikan bubur itu bubur ayam, bukannya bubur basi. Bubur ayam itu harus bisa lebih enak daripada nasi. Dan yang paling penting lagi, bubur basi itu ga enak.
SMANGHAT!
FootNote : Ridhoilah hambaMu ini Ya Allah, agar bisa membuat bubur nasi yang paling enak.