Sebenarnya cerita ini gak perlu gw ceritakan, karena gw takut orang yang gw ceritakan akan membalas cerita gw yang telah gw beritakan kepada orang yang mendengar cerita gw * Hum,,,wat is dis??? *
okei…semua dimulai udah lumayan lama sih ketika gw belum pindah kandang, masih berkutat dengan teman-teman gw yang gila. Dimalam hari yang rintik-rintik, udara dingin menerpa, dan membuat perut keroncongan. Untuk mengatasinya, 2 orang teman kos gw memutuskan untuk membuat perut mereka gak keroncongan lagi. Tersajilah menu utama santap malam tersebut : Jenkhol!! Oke, sampai disini no problemo.
Masalah mucul besok harinya. Jreng jreng…..kamar mandi dipenuhi bau Jenk***. One of my friend yelled ” Cuih!!! bau apaan ni!!” Si pemakan jenkhol dan pembuang kotoran diem, sambil baca koran, pura2 membegokan wajah yang emang udah keliatan kaya orang bego. Diteriakin lagi ” MAkan kok jenkhol! nggilani ( jorok ) bgt ! ” Si pembuang kotoran merasa dirinya tersungging kemudian memutuskan untuk membalas ” Jekhol tuh enak, aku suka jenkhol. Semua orang juga suka jenkhol. orang paling cantik dan paling ganteng juga suka jenkhol. Aku sih jujur aja ga munafik “.
Yah…seperti itulah sal;ah satu insiden kecil di kos2n gw. Buat gw hal itu malah jadi hiburan. Hidup dengan berbagai macam sifat dan perangai. Lucu aja sih.Nanti kalau gw udah punya anak cucu, bisa gw ceritain ke mereka. One lesson ” Kalau tinggal dikos-kosan, jangan makan jenkhol”
Notefoot: Nama makanan disamarkan untuk menghargai makanan tradisional asli Indonesia agar tetap disenangi masyarakat Indonesia meskipun berbau kurang menyenangkan.